Perjalanan ke Barat Mengunjungi Tempat Suci “Udah lewat Boyolali aja, lebih cepat daripada lewat Jogja.” Kata Mama (Mama saya, bukan Mama Dedeh. -red) malam itu. Karena ada ungkapan yang mengatakan bahwa seorang anak harus menurut kepada orang tuanya, saya pun mengangguk malu-malu. Keesokan harinya,  kami (saya, Mama, dan @detadetaa) berangkat menuju Borobudur dari Solo via Boyolali sesuai jalur yang telah direncanakan sebelumnya. Setelah mengambil muatan berat (baca: @nilaayu) di salah satu sudut kota, kami pun melaju meninggalkan Boyolali. Hujan rintik-rintik mengiringi perjalanan kami di lereng Gunung Merapi. Karena desakan cacing-cacing dalam perut, kami mampir sebentar di counter Jadah (sejenis makanan khas yang menyerupai ketan, tetapi tidak haram walaupun ada ungkapan Haram Jadah) dan Tempe Bacem. “Dimakan di sini, Mas?” “Engga dibungkus aja, biar ga kehujanan.”…