“Pokoknya gue mau ke Gua Jepang!” Saya mengatakan hal yang sama kepada Mumun, Vindhya, dan Vira ketika mereka meminta usulan objek apa yang bisa dinikmati di Manado. Sebenarnya, saya juga suka dengan objek-objek yang mainstream, namun kunjungan saya ke Manado untuk pertama kalinya pada tahun sebelumnya bersama Cicik, telah membawa saya ke objek-objek tersebut. Walaupun memang ada satu hari di mana saya sengaja menginap pada hotel (yang terlihat) angker di Manado, guna menguji nyali dan keimanan (baca: bokek). Sebelumnya, saya mengusulkan untuk mencari wisata horor seperti yang saya lakukan di Bandung, namun tak ada yang mengiyakan. Lalu ketika saya melontarkan ide untuk berwisata malam, Vindhya malah berkata bahwa biasanya kegiatan malam ketika liburan hanya diisi dengan tidur-tidur dan ngobrol-ngobrol saja. Memang usia tak bisa bohong. Dan disela-sela…