Saya membetulkan letak ransel di punggung saya, mengencangkan sedikit talinya supaya lebih menempel di badan. Sepertinya, membawa laptop ketika trekking di MacRitchie Resevoir adalah sebuah keputusan yang salah, namun meninggalkannya di hostel kelas bawah pastinya adalah keputusan yang lebih salah. Ah biar bagaimanapun, pria memang selalu saja salah. Beberapa ekor monyet turun dari pohon dan duduk di jalan setapak yang akan saya lewati, ketika saya semakin memasuki hutan lindung di MacRitchie Reservoir itu. Sementara dari belakang, terdengar derap langkah warga Singapura yang berlari memasuki hutan tersebut. Gila, di Singapura, semuanya gila lari. Gak di kota, gak di hutan, bahkan ada juga yang gak pakai baju. [Baca kisah sebelumnya di sini] Pada awalnya, saya tak berniat untuk memasuki hutan ini –saya hanya berniat duduk-duduk santai di…