Sama seperti tim panser Jerman, saya adalah orang yang lambat panas. Misalnya dalam sebuah pembicaraan, saya harus dipancing terlebih dahulu sebelum ceplas-ceplos berbicara. Lalu dalam sebuah perjalanan, saya biasa memandang situasi sekitar dengan seksama sebelum menjelajahnya. Pun demikian dalam situasi yang mengharuskan saya melakukan public speaking, maka saya harus beradaptasi dengan cara yang kurang sedap dipandang –yaitu, terbata-bata berbicara dan mengeluarkan gerakan-gerakan tak penting, seperti menggaruk rambut, memegang pipi, hingga berjoget poco-poco. Penampilan public speaking yang saya lakukan terakhir adalah dalam rangkaian acara TravelNBlog: Let’s Blog Better, beberapa waktu silam. Saya yang mengenakan jersey hitam Centenario Parma, tampil canggung di awal, dan alih-alih membuka sesi dengan ucapan syariah “Assalamualaikum”, saya malah mengucap “Sudah makan, belum?”. Untungnya itu terjadi bukan pada bulan puasa. Sebagai informasi, saya tidak serta-merta tampil dan berbicara…