“WOY SINI!” Seorang wanita melambaikan tangannya dari meja panjang di sudut restoran, memamerkan deretan giginya yang rapi. Senyumnya sumringah, tak ada tanda-tanda kalau dia habis kesal di hari sebelumnya. “Wih, udah gak bete nih?” Tanya saya, sambil meletakkan tas saya di bawah meja. “Lu emang mau gue betein terus?” Jawab Fara, sementara Wandy yang duduk di hadapannya cuma senyum-senyum. “APA LU?” … Pertemuan sore itu, entah merupakan pertemuan kami yang keberapa. Sudah merupakan agenda rutin tiap bulan kami — Saya, Fara, dan Wandy, walau kadang bersama beberapa figuran –, untuk menyempatkan diri bertemu, makan, ngobrol tentang apapun, dan juga foto-foto seperti di bawah ini. Lalu, bagaimana awal pertemuan saya dengan Fara? Beginilah kisahnya. *** Berawal dari malam natal, di musim dingin tahun 2011. Sekelompok…