Sebagai seorang anak yang tinggal di Ungaran dan dibesarkan oleh orang tua berdarah campuran Cirebon – Pati, saya sudah terbiasa mudik dengan menggunakan jalur darat sedari dulu. Ketika saya kecil, Papa dan Mama biasa menentukan jadwal mudik tahunan dengan cermat, misalkan tahun ini lebaran di Pati, tahun depannya Cirebon, tahun depannya lagi Pati, dan seterusnya. Berhubung Ungaran terletak di tengah-tengah antara Cirebon dan Pati, maka kami dihadapkan oleh sebuah pilihan, untuk memilih mudik ke Cirebon atau Pati, walaupun pada suatu kesempatan, kami pernah juga mudik ke dua kota tersebut dalam satu rangkaian perjalanan yang melelahkan. Pada masa-masa susah karena kami bukanlah keluarga Bakrie, kami mudik dengan menggunakan bus antar kota, yang menyebabkan saya terkena paru-paru basah dan kerep bengek. Barulah di pertengahan tahun 90-an,…