Pada suatu pagi yang dingin di bulan September 2015, seperti biasa, saya terbangun karena suara alarm yang berisik dari handphone. Sebagai seseorang yang tumbuh di era millenium, wajar rasanya kalau hal pertama yang dilakukan setiap bangun pagi adalah mengecek notifikasi di handphone, apalagi saat itu saya belum menikah, sehingga belum mempunyai ‘kesibukan lain’ selepas ‘bangun’ tidur. Mata saya tertuju pada beberapa notofikasi yang muncul, beberapa mention di Twitter, beberapa likes di Instagram, beberapa love yang tak terbalas di Path, beberapa comment di Facebook, dan beberapa SMS yang masuk. Wait, SMS? Seingat saya, hanya ada sedikit kemungkinan SMS yang masuk ke handphone saya, dan beberapa di antaranya adalah: SMS Banking pertanda gajian. Tapi saat itu bukanlah hari gajian saya. SMS Mama minta pulsa. Namun Mama saya tak pernah meminta pulsa, melainkan meminta supaya saya segera…