Jujur saja, ini adalah pengalaman pertama saya pergi ke luar negeri bersama dengan sebuah agen perjalanan. Pada awalnya, saya beranggapan bahwa bepergian dengan agen perjalanan adalah hal yang membosankan. Dalam bayangan saya, perjalanan tersebut nantinya akan tidak fleksibel, waktu diatur sana-sini, mampir ke tempat pembelian oleh-oleh (atau mampir ke tempat tabib di Tiongkok dan ‘dianjurkan’ membeli obat seharga jutaan rupiah) supaya menguntungkan si agen perjalanan, hingga foto grup di depan landmark terkenal dengan spanduk besar bertuliskan nama agen perjalanannya. Wah, ini mau liburan atau demo menentang kenaikan harga BBM di depan istana negara? Namun, itu dulu. Sebelum sebuah surel masuk di awal Maret 2015 –dari Dwidayatour yang bekerja sama dengan Destination NSW— yang mengundang saya datang ke Sydney untuk mengikuti media trip sehubungan dengan adanya Vivid Sydney. Sebuah surel yang hampir…