Jalanan malam yang basah menyambut kedatangan kami di Gion, sebuah distrik di Kyoto yang terkenal dengan Geisha-nya. Hujan yang mengguyur Kyoto seharian, membuat kami pesimis bisa menjumpai Geisha malam hari itu. Hingga sebuah suara langkah kaki terdengar keluar dari gang kecil, bergerak mendekati kami. “Kuntilanaaaak!” “Bukan, walaupun mukanya putih dan make-up-nya tebal tapi kakinya napak kok.” “Syahriniiiiii!!” “Bukan, walaupun berjambul tinggi tapi dia gak bawa Lady Bag Dior.” Wanita dengan kimono cantik yang dikenakannya berjalan dengan cepat, di bawah payung tradisional khas Jepang yang digunakannya untuk berlindung di bawah rintik gerimis. Aura dari wanita tersebut membuat jantung kami berhenti selama beberapa saat, sebelum memompa darah kembali. Dan karena gerakannya yang cepat, kami tak memiliki kesempatan untuk mengambil gambarnya, ataupun berpikiran bahwa wanita itu merupakan paduan sempurna…