Seorang kawan sempat mengejek ketika mengetahui bahwa perjalanan saya mengunjungi Flores pada tahun 2012 silam, cuma berlangsung selama tiga hari, itupun cuma seputar Labuan Bajo, dan Pulau Komodo. “Ngapain lu ke Flores, kalau cuma tiga hari?” Ucapnya kala itu. “Flores, bukan cuma tentang Komodo dan Labuan Bajo.” Sebuah ucapan yang langsung menohok saya, yang saat itu masih polos. “Memangnya ada apa saja di Flores, Bang?” Kawan saya itu terkekeh, “Banyak yang bisa dikunjungi di Flores. Misalnya, kalau mau ngopi lu bisa ke Bajawa. Kalau mau ketemu suku asli Flores, lu bisa ke Bena atau Wae Rebo. Belum kalau lu sampai ke Kelimutu dan Maumere.” “Kalau ketemu jodoh, Bang?” Kawan saya langsung terdiam. Dia tahu, itu adalah pertanyaan yang susah untuk dicari jawabannya saat itu. Sejak…