Saya menyeka keringat yang mengucur di dahi, dan membiarkan buliran-buliran lain mengalir hingga membuat kaus saya menjadi basah. Saat itu adalah musim panas di Hong Kong, di mana temperatur bisa mencapai lebih dari empat puluh derajat Celsius, dan membuat orang yang besar di kawasan pegunungan seperti saya, harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Panas, bukan berarti akhir dari segalanya, karena di Hong Kong, musim panas justru adalah saat untuk memulai semuanya. Bagi saya, musim panas adalah musim yang sangat tepat untuk mengunjungi Hong Kong, karena ini musim di mana langit berwarna biru cerah sepanjang hari tanpa hujan, dengan awan-awan putih beriringan di langit, burung-burung berkicau di kandang, dan matahari yang bersinar lebih lama daripada musim yang lain. Setahun sebelumnya, 2012, saya mengunjungi Hong Kong…