Setelah kurang lebih enam jam terombang-ambing dalam feri –termasuk transit di Pulau Labuan guna menjalani pengecekan imigrasi, tibalah kami di Dermaga Serasa. Di sini, seharusnya kami masih harus menjalani proses imigrasi kedatangan di Brunei Darussalam. Namun apa yang kami (maksud saya Mama) lakukan adalah, berfoto (saya yang memfoto) dahulu setelah turun dari feri, menuju imigrasi, dan kemudian berfoto kembali di bawah plang “Welcome to Brunei”. Salah seorang kawan saya, Eki si Backpacker Batak, pernah mengatakan bahwa “Begitu turun feri, langsung lah kau cari itu busnya yang ke kota.” yang saya timpali dengan nada setuju “Jangan sampai telat kau, itu busnya cuma ada sekali.” Bodat! Saking asyiknya foto-foto (bergantian, Mama yang memfoto saya), satu-satunya bus yang terlihat dari pintu keluar dermaga pun sudah berjalan tanpa dosa, meninggalkan kami…